Rabu, 02 September 2020

NILAI, NORMA DAN SOSIALISASI

 A. NILAI DAN NORMA SOSIAL

         Nilai adalah konsepsi abstrak mengenai segala sesuatu yang dianggap baik, dihargai, dianut dan dijunjung tinggi oleh masyarakat. 

          Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai sosial menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut :

 1. Nilai Materiel (berguna dalam pemenuhan kebutuhan fisik manusia).

 2. Nilai Vital (dianggap penting untuk melaksanakan aktivitas manusia)

 3. Nilai Kerohanian, yaitu nilai yang tidak berwujud kebendaan dan ada dalam rohani/jiwa manusia.          Nilai kerohanian terbagi menjadi tiga, yaitu: nilai kebenaran yang bersumber pada akal manusia;             nilai keindahan yang bersumber pada rasa keindahan / estetika, nilai kebaikan dan moral yang                 bersumber pada kodrat manusia.

           Berdasarkan cirinya, nilai dibagi menjadi dua, yaitu nilai dominan yang dianggap lebih penting dibanding nilai lainnya dan nilai yang mendarah daging (internalized value) yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga seseorang menjalankannya tanpa melalui proses berpikir atau pertimbangan. 

            Nilai sosial memiliki fungsi, yaitu :

 1. alat penentu harga sosial, kelas sosial seseorang dalam struktur sosial masyarakat

 2. Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah laku  

 3. Memberi motivasi pada individu untuk mewujudkan dirinya dalam berperilaku sesuai perannya

4. Alat solidaritas dan pendorong masyarakat untuk saling bekerja sama mencapai tujuan

5. Pengawas, pembatas bahkan penekan individu agar selalu berbuat sesuai harapan masyarakat

 


 

 

            Norma adalah aturan sosial yang mengikat sebagai patokan berperilaku dan berfungsi mengatur serta mengendalikan perilaku masyarakat.

Berdasarkan daya ikat dan sanksinya, norma sosial dibedakan menjadi beberapa tingkatan berikut :

1. Cara (usage), yaitu cara melakukan sesuatu. Daya ikatnya paling lemah, apabila melanggar hanya akan diingatkan dan mendapat teguran ringan

2. Kebiasaan (folkways), yaitu kegiatan yang sudah dilakukan dalam masyarakat sehingga menjadi kebiasaan

3. Tata kelakuan (mores), yaitu kebiasaan dalam masyarakat yang kemudian dianggap sebagai aturan berperilaku dalam masyarakat. Apabila melanggar akan mendapat teguran keras dari masyarakat.

4. Adat-istiadat (customs), terwujud dalam adat istiadat. Sanksinya tegas seperti dikucilkan atau dikeluarkan dari kelompok adat

5. Hukum (law), yaitu norma yang bersumber pada sumber hukum baku dan tertulis, sanksinya tegas dan mengikat.

            Berdasarkan sumbernya, norma sosial dibedakan menjadi berikut :

1. Norma kesopanan (bersumber pada tata aturan manusia dalam berperilaku

2. Norma kesusilaan (bersumber pada hati nurani manusia)

3. Norma agama (bersumber pada kitab suci)

4. Norma hukum (bersumber pada peraturan hukum yang resmi) 

 

B. SOSIALISASI
 

           Sosialisasi adalah proses belajar mengenal nilai dan norma masyarakat untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari sehingga tiap individu mampu hidup bermasyarakat dengan baik.


 

            Tahap- tahap sosialisasi menurut George Herbert Mead adalah sebagai berikut :

1. preparatory stage, yaitu tahap persiapan dimulai sejak individu dilahirkan dan diperkenalkan dengan nilai dan norma

2. Play stage, yaitu tahap meniru dimana anak mulai meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya.

3. Game stage, yaitu tahapan bermain peran dimana individu sudah mulai menghilangkan perilaku meniru tetapi sudah sadar memainkan perannya sendiri serta mengenal nilai dari luar.

4. Generalized other, yaitu tahapan siap bertindak karena individu sudah dapat menerima nilai dan norma dalam masyarakat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari

            Bentuk sosialisasi ada dua, yaitu sosialisasi primer yang pertama kali dialami seorang individu dan berlangsung dalam keluarga sebagai dasar pembentuk kepribadian dan sosialisasi sekunder, yaitu sosialisasi yang terjadi di luar keluarga. 

          Sosialisasi dapat terjadi melalui berbagai macam media, yaitu keluarga, sekolah, kelompok sepermainan, lingkungan kerja dan media massa. 

 

C. KETERATURAN SOSIAL

              Dengan adanya nilai dan norma diharapkan dapat terjadi keteraturan. Keteraturan sosial adalah kondisi ketika nilai dan norma sudah dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Suatu kondisi masyarakat tanpa nilai dan norma disebut dengan masyarakat anomie.


 

                Berikut yang termasuk unsur-unsur keteraturan sosial:

1. Pola adalah interaksi antarindividu yang kemudian dijadikan pola atau contoh oleh anggota masyarakat lain.

2. Keajegan adalah kondisi masyarakat ketika nilai dan norma sosial sudah dilakukan secara terus-menerus (ajek)

3. Order sosial adalah nilai dan norma sosial yang sudah diakui dan ditaati oleh anggota masyarakat

4. Tertib sosial adalah nilai dan norma sudah dijalankan dengan tertib oleh masyarakat dan terintegrasi dalam seluruh perilaku sehingga tercipta kondisi yang selaras.

 

LATIHAN SOAL :

            Setelah kita membaca ringkasan materi tentang interaksi, marilah kita mengerjakan  soal latihan berikut. Silahkan tulis soal dan jawabannya di buku tulis anda, supaya materi cepat terserap dalam memori kita. Silahkan tuangkan kreativitas kalian, boleh menggunakan pulpen aneka warna atau dihias, supaya saat membaca ulang, kalian tidak bosan.

1. πŸ’ƒJelaskan pengertian nilai!

2. πŸ’ƒTuliskan pembagian nilai menurut Prof Notonegoro! 

3. πŸ’ƒSebutkan pembagian nilai berdasar cirinya!

4. πŸ’ƒJelaskan pengertian norma!

5. πŸ’ƒSebutkan tingkatan norma berdasar daya ikat dan sanksi!

6. πŸ’ƒSebutkan jenis nilai berdasar sumbernya!

7. πŸ’ƒJelaskan pengertian sosialiasi!

8. πŸ’ƒJelaskan tahap-tahap sosialisasi menurut G.H Mead!

9. πŸ’ƒSebutkan dua bentuk sosialisasi!

10. πŸ’ƒSebut dan jelaskan keteraturan sosial dan unsur-unsurnya!

    

INTERAKSI SOSIAL


 

Kata kunci : syarat interaksi, interaksi asosiatif, interaksi disosiatif

A.    A. SYARAT INTERAKSI

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarindiviu, individu dengan kelompok, maupun antar kelompok. Interaksi dapat terjadi jika memenuhi dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Terdapat empat unsur komunikasi yaitu komunikator(pengirim pesan), komunikan (penerima pesan), pesan dan umpan balik (respon).

Faktor yang memengaruhi interaksi yaitu:

1.       Imitasi (tindakan meniru, baik perilaku maupun penampilan fisik seseorang)

2.       Identifikasi (berusaha menjadi sama persis dengan orang lain, baik fisik maupun nonfisik

3.       Sugesti (pengaruh yang diberikan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang)

4.       Motivasi (dorongan yang diberikan kepada orang lain untuk melakukan tindakan sosial)

5.       Simpati (perasaan tertarik kepada orang lain)

6.       Empati (tindakan-tindakan yang muncul akibat adanya perhatian terhadap orang lain).

 

   B.  INTERAKSI ASOSIATIF

Yaitu interaksi sosial yang mengarah pada integrasi. Interaksi tersebut dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

1.       KERJASAMA (COOPERATION)

Yaitu usaha bersama  dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Bentuknya, yaitu :

a.       Koalisi, yaitu kerja sama karena dua pihak memiliki kesamaan visi misi

b.      Bargaining, yaitu kerjasama yang diawali dari proses tawar-menawar dan saling bertukar barang dan jasa

c.       Kooptasi, yaitu penerimaan unsur-unsur baru dalam organisasi untuk mengurangi keguncangan

d.      Joint venture, yaitu kerja sama antara dua perusahaan untuk mengerjakan suatu proyek

2.       AKOMODASI

Merupakan usaha meredakan atau menyelesaikan ketegangan atau konflik. Bentuknya yaitu :

a.       Koersi, yaitu cara menyelesaikan konflik dengan menggunakan kekerasan

b.      Kompromi, yaitu cara penyelesaian konflik di mana kedua pihak yang berkonflik saling mengurangi tuntutan.

c.       Mediasi, yaitu cara penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang netral

d.      Arbitrase, yaitu cara penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang memiliki kekuasaan mengikat dan bertindak sebagai wasit

e.      Adjudikasi, yaitu cara penyelesaian konflik melalui pengadilan

f.        Konsiliasi, yaitu cara penyelesaian konflik dengan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai dan membentuk suatu kesepakatan bersama

g.       Rekonsiliasi, yaitu cara penyelesaian konflik dengan mengajak pihak-pihak yang bertikai untuk bersepakat kembali pada kesepakatan awal yang telah terbentuk sebelumnya.

h.      Stalemate, yaitu cara penyelesaian konflik yang berhenti dengan sendirinya karena masing-masing pihak memiliki kekuatan yang sama

3.       ASIMILASI

Adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha mengurangi tiap perbedaan untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan cara memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan bersama.

Asimilasi didorong oleh faktor berikut :

a.       Toleransi

b.      Kesempatan-kesempatan seimbang di bidang ekonomi

c.       Menghargai kehadiran orang dan kebudayaan asing

d.      Keterbukaan golongan yang berkuasa

e.      Memiliki persamaan unsur-unsur kebudayaan

f.        Perkawinan campuran (amalgamasi)

g.       Adanya musuh bersama dari luar

Faktor penghambat interaksi adalah:

a.       Isolasi kebudayaan yang kuat

b.      Kurangnya pengetahuan

c.       Rasa takut atas kekuatan budaya lain

d.      Perasaan bahwa budaya kelompok lain lebih tinggi

e.      Perbedaan ciri fisik

f.        In-group feeling yang kuat

g.       Perbedaan kepentingan

4.       AKULTURASI

Merupakan dua kebudayaan yang hidup berdampingan dalam waktu yang lama, kemudian melahirkan unsur kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri khas kedua kebudayaan tersebut.

 

  C. INTERAKSI DISOSIATIF

Interaksi disosiatif, yaitu interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan. Interaksi tersebut dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

1.       KOMPETISI/PERSAINGAN

Yaitu proses sosial dimana individu maupun kelompok berusaha mencapai keuntungan dan tujuan tertentu tanpa menggunakan perbuatan ancaman atau kekerasan

2.       KONTRAVENSI

Yaitu rasa tidak suka yang disembunyikan oleh seseorang dan tidak bermuara pada konflik terbuka

3.       KONFLIK

Yaitu proses dimana seseorang berusaha mewujudkan keinginannya dengan menantang pihak lawan disertai ancaman dan kekerasan

 

 

SOAL LATIHAN :

                Setelah kita membaca ringkasan materi tentang interaksi, marilah kita mengerjakan  soal latihan berikut. Silahkan tulis soal dan jawabannya di buku tulis anda, supaya materi cepat terserap dalam memori kita. Silahkan tuangkan kreativitas kalian, boleh menggunakan pulpen aneka warna atau dihias, supaya saat membaca ulang, kalian tidak bosan. πŸ˜€

1.      πŸ’• Apa itu interaksi sosial?

2.      πŸ’• Apa syarat terjadinya interaksi?

3.      πŸ’• Faktor apa saja yang mempengaruhi interaksi sosial?

4.      πŸ’• Apa itu interaksi asosiatif dan disosiatif?

5.       πŸ’• Sebut dan jelaskan empat jenis interaksi asosiatif beserta bentuk-bentuknya!

6.       πŸ’• Sebut dan jelaskan tiga jenis interaksi disosiatif beserta bentuk-bentuknya!

Rabu, 26 Agustus 2020

CABANG ILMU SOSIOLOGI, GEJALA SOSIAL DAN REALITAS SOSIAL

 CABANG ILMU SOSIOLOGI

      

 

    A. SOSIOLOGI PEDESAAN

        mempelajari masyarakat desa dan segala pola interaksi yang dilakukan sesuai lingkungan tempat tinggalnya. Materi yang dipelajari dalam sosiologi pedesaan antara lain, mata pencaharian, pola hubungan, pola pemikiran, serta sikap dan sifat masyarakat pedesaan dalam kehidupan sehari-hari. 

    B. SOSIOLOGI PERKOTAAN

        mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukan sesuai lingkungan tinggalnya. Materi yang dipelajari antara lain mata pencaharian, pola hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, dan pola pikir dalam menyikapi suatu permasalahan.

    C. SOSIOLOGI KELUARGA

        mempelajari tentang kegiatan atau interaksi antara fenomena yang terjadi dalam masyarakat terhadap anggota keluarga dan pengaruh sistem dalam keluarga terhadap masyarakat secara umum. Materi yang dipelajari dalam sosiologi keluarga antara lain peranan keluarga dalam masyarakat, peranan keluarga dalam perubahan sosial, dan beberapa bentuk keluarga.

    D. SOSIOLOGI POLITIK

        mempelajari fenomena politik dengan mengaitkan gejala sosial dan politik dalam wujud saling keterkaitan antara struktur sosial dan lembaga politik antau antara masyarakat dan negara. Ruang lingkup kajian sosiologi politik antara lain perilaku politik, lembaga politik, dan peranan politik dalam masyarakat.

    E. SOSIOLOGI HUKUM

        mempelajari kaitan antara fenomena dalam masyarakat dan hukum. Materi yang dipelajari antara lain perilaku masyarakat dalam hubungannya dengan hukum yang berlaku, peranan hukum dalam masyarakat, dan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan hukum yang berlaku.

    F. SOSIOLOGI AGAMA

        mempelajari fenomena dalam masyarakat dengan agama. Materi meliputi perilaku manusia yang berhubungan dengan keyakinannya, peranan agama sebagai lembaga sosial, peranan agama dalam perubahan masyarakat dan peranan agama sebagai agen pengendalian sosial.

    G. SOSIOLOGI PENDIDIKAN

        diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Sosiologi pendidikan mengkaji hubungan antara fenomena yang terjadi dalam masyarakat dan pendidikan. Materi yang dikaji antara lain peranan lembaga pendidikan dalam proses sosialisasi, peranan pendidikan dalam perubahan masyarakat dan lingkungan pendidikan, serta peranan pendidikan sebagai lembaga sosial.



GEJALA SOSIAL

 

 

        gejala sosial adalah segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Gejala sosial terjadi sebagai akibat pola interaksi/hubungan sosial dalam masyarakat. Gejala sosial tidak hanya bersifat negatif, tetapi dapat bersifat positif. Gejala sosial dapat dikenali dalam :

    A. TINDAKAN INDIVIDU DAN TINDAKAN KOLEKTIF

        tindakan individu dapat menjadi penyebab gejala sosial apabila tindakan tersebut diarahkan dan diikuti oleh orang lain. Tindakan individu dapat berkembang menjadi gejala sosial apabila diikuti oleh masyarakat lain.

        Tindakan kolektif adalah suatu tindakan secara spontan, relatif tidak terorganisasi dan hampir tidak bisa diduga sebelumnya. contoh : gerakan peduli korban bencana.

    B. INTERAKSI ANTARINDIVIDU ATAU ANTARKELOMPOK

        Interaksi merupakan hubungan dinamis yang terjadi antarindividu, individu dengan kelompok serta antara kelompok dan kelompok. Interaksi dapat menggunakan media komunikasi tanpa harus bertatap muka. Interaksi sosial dibedakan menjadi dua bentuk yaitu asosiatif dan disosiatif. Interaksi sosial asosiatif apabila mengarah pada persatuan seperti kerjasama, proses akomodasi, akulturasi dan asimilasi.  Interaksi disosiatif terbentuk apabila mengarah pada perpecahan seperti konflik sosial, persaingan dan kontravensi.

    C. PENGELOMPOKAN SOSIAL

        Berawal dari rasa membutuhkan manusia membentuk kelompok-kelompok. Pembentukan kelompok dapat memengaruhi terjadinya realitas sosial dalam masyarakat.




REALITAS SOSIAL

           Realitas atau fenomena sosial merupakan kenyataan atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Realitas terbentuk dari gejala-gejala sosial yang mengiringinya. Kajian soiologi tidak terlepas dari ralitas sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. Beberapa realitas dalam masyarakat menjadi kajian ilmu sosiologi. Secara umum, realitas sosial yang menjadi kajian sosiologi adalah :

A. HUBUNGAN SOSIAL

B. SOSIALISASI DALAM PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

C. KELOMPOK SOSIAL

D. NILAI DAN NORMA

E. STRUKTUR SOSIAL

F. PENYIMPANGAN SOSIAL

G. LEMBAGA SOSIAL

H. MOBILITAS SOSIAL

I. PENGENDALIAN SOSIAL

J. PERUBAHAN SOSIAL


Kamis, 06 Agustus 2020

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU

Halo... kali ini kita akan membahas apa itu Sosiologi. Sebagai siswa yang baru saja menginjak bangku SMA kalian pasti bertanya-tanya, apaan sih mata pelajaran Sosiologi itu. Sebenarnya, Sosiologi sedikit banyak sudah kalian pelajari di bangsu SMP, yang terangkum dalam pelajaran IPS. Karena jenjang pendidikan kalian semakin tinggi, kelompok mata pelajaran IPS pun juga terpecah kedalam beberapa bidang studi seperti sejarah yang membahas aneka peristiwa di masa lalu, geografi yang membahas aneka gejala alam, ekonomi yang membahas tentang money, money, money dan Sosiologi. 



Gampangnya Sosiologi adalah tentang kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Mulai dari sosialisasi sebagai anggota masyarakat, nilai dan norma yang harus ditaati supaya selaras dengan masyarakat, konflik, penyimpangan, hingga metode penelitian. Banyak istilah-istilah baru yang akan kalian pelajari. Tidak perlu dihafal, cukup sering-sering membaca dan menggunakan nalar, niscaya kalian akan bisa belajar dengan menyenangkan.

intronya cukup sekian, yuk masuk ke ringkasan materi. jangan terpaku hanya dari isi modul saja ya, kalian bisa belajar Sosiologi dari banyak sumber. 

A. Ilmu Sosiologi

Istilah sosiologi merupakan hasil serapan dari kata bahasa inggris yaitu sociology. Apabila dirunut dari akar bahasa, sociology berasal dari kata socius dan logos. Socius berasal dari bahasa latin yang berarti teman, sedangkan logos berasal dari bahasa Yunani berarti perkataan, pembicaraan atau ilmu. Dengan demikian, secara harfiah sociology atau sosiologi diartikan sebagai ilmu yang memperbincangkan pergaulan hidup manusia.

Masyarakat merupakan objek sosiologi. Akar kata masyarakat diambil dari bahasa arab musyarak yang berarti 'bersama-sama'. Karena itu sosiologi terfokus pada hubungan atau relasi antarmanusia dan mempelajari proses atau dinamika yang terjadi dalam hubungan tersebut.

B. Ciri-ciri Sosiologi

1. Empiris berarti sosiologi didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif.

2. Teoritis, berarti sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.

3. Kumulatif, berarti teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperhalus dan memperluas teori-teori lama.

4. Nonetis, berarti sosiologi tidak memberikan pandangan baik atau buruk terhadap fakta tertentu, tetapi menjelaskan fakta tersebut secara ilmiah dan mendalam.

C.Hakikat Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Sebagai Ilmu Pengetahuan, Sosiologi memiliki sejumlah sifat yang menjadi hakikatnya, antara lain: ❖ Sosiologi merupakan bagian dari Ilmu Social atau Social Studies , bukan Ilmu Alam apalagi Ilmu kerohanian
❖ Sebagai ilmu, Sosiologi bersifat kategoris, bukan normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi dirinya dalam kerangka realita yang terjadi di dalam masyarakat bukan apa yang seharusnya terjadi.
❖ Sosiologi bukan ilmu terapan melainkan ilmu pengetahuan yang murni (Pure Science). ❖ Sosiologi adalah ilmu pengetahuan abstrak bukan konkret karena yang menjadi objek kajian adalah bentuk atau pola prilaku dan peristiwa dalam masyarakat. ❖ Sosiologi pada hakekatnya adalah ilmu pengetahuan yang empiris rasional jika dilihat dari metode yang dipergunakan. ❖ Sosiologi bukan ilmu khusus melainkan ilmu yang sifatnya umum karena ia mempelajari gejala umum dari interaksi antara manusia. ❖ Sosiologi sebagai ilmu memiliki tujuan untuk mendapatkan pola pola yang sifatnya umum dengan meneliti dan mencari prinsip atau hukum umum yang mendasari interaksi manusia. Sumber : Sosiologi Kelas X Penerbit Intan Pariwara





Kamis, 09 Mei 2019

Refleksi malam kelima Ramadan 1440 H

Malam berjubah hitam, ditemani bulan sabit terang menyala serta taburan bintang gemintang. Biasanya jam segini sudah tidur. Entah kenapa di malam kelima ramadhan ini malah tersasar scroll Instagram beberapa kenalan, mulai dari kakak kelas, teman seangkatan waktu kuliah hingga dosen yang ternyata malah belum saya follow back. Ini karena murni tidak tahu sebelumnya.

Setelah hampir dua tahun lulus dan tidak berdomisili di Solo, berpisah dengan kawan dan sahabat, banyak yang sudah bertransformasi atau berubah. Semua bisa dilihat dari jejak digital mereka di Instagram yang merupakan aplikasi must install on di tiap gadget.

Kebanyakan menampilkan jejak tempat mana saja yang mereka kunjungi selama ini. Ada yang menampilkan kegiatan sehari-hari. Ada pula yang menampilkan cover lagu, ataupun cover dengan alat musik.

Dan, baru saya sadari, seorang bapak dosen yang bersahaja dan baik hati, memfollow akun Instagramku, dan belum ku follow back. Pada kesempatan malam ini baru ku follow back, saya merasa sudah sangat out of date atau (ketinggalan zaman) karena jarang mengakses aplikasi yang sedang tren beberapa tahun belakangan ini. Penyesalan mendalam, seolah saya orang angkuh yang tak tahu diuntung.

Hal ini ditengarai oleh beberapa hal. Masa-masa sulit pasca lulus salah satu diantaranya, juga lantaran handphone yang saya gunakan sudah termasuk jadul (meskipun sudah android), ukuran ram satu giga, yang memaksa saya hanya menanamkan aplikasi WhatsApp untuk percakapan teks sehari-hari dan wps office untuk membuka file dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan. Sekitar 5 tahun saya akrab dengan handphone lama merk Lenovo A328, yang meski sering memory penuh, sinyal susah dan sulit mendownload, tapi jarang rewel dan tentu hemat kuota.

Keinginan untuk berganti hp terpendam sejak lama. Yang saya lakukan adalah menabung sebagian gaji sambil menunggu momentum untuk ijin orang tua. Bagaimanapun, orang tua adalah tipe konservatif, yang melihat pembelian barang dari segi nilai guna, bukan dari nilai estetika dan tuntutan zaman. Hingga akhirnya hp lama rusak sedikit pada bagian charger yang lama dalam mengisi daya.

Kesempatan saya mengupgrade handphone dengan Oppo A5s yang lebih baik spesifikasinya. Install beberapa aplikasi yang saya inginkan dan butuhkan menjadi lebih mudah.

Dulu, Saya yang mulai nyaman dengan rutinitas harian, menerima pola kehidupan yang statis, dengan instagram melihat lagi perkembangan orang-orang yang dulu pernah saling sapa dan berbagi ketika di bangku perkuliahan.
mereka memiliki kehidupan yang dinamis,  serta prestasi yang beraneka warna. Prestasi akademis, prestasi karir, prestasi romansa dengan membentuk mahligai perkawinan, prestasi sosial dengan aktivitas organisasi dan komunitas, prestasi literasi dengan menerbitkan buku. Betapa hidup mereka jauh berwarna dan sempat terdokumentasikan.

Bukan hendak ingkar terhadap nikmat Tuhan. This two years, banyak hal yang terjadi dalam kehidupan tiap insan. Include saya didalamnya. Proses menemukan kembali who am i, Proses menjadi keluarga besar SMA N 1 Mejayan, mengajar di kelas sosiologi, menjadi pembina ekstra PIK Remaja, menjadi juri lomba dakwah dalam rangka isra' mi'raj, tamasya bersama keluarga besar SMA N 1 Mejayan ke Jatim Park 2, studi kolaborasi kelas X ke Sangiran dan Mangkunegaran, mendampingi siswa lomba pemilihan duta genre, menghadiri beberapa walimahan teman, hadir di pengajian, mengaji di mushola Al Hikmah, menjadi guru les untuk anak-anak SD, mencoba berbagai resep baru, membaca buku-buku fiksi dan pelajaran Sosiologi, sakit tipes beberapa Minggu, semua seperti mozaik kehidupan yang terangkai untuk saya dua tahun ini.

Namun, bukankah hari esok harus lebih baik dari hari ini maupun hari kemarin? Ya, saya harus memacu semangat saya. Bukan menggunakan standar pencapaian orang lain, yang ada malah iri hati. Tapi menaikkan standar kinerja diri sendiri untuk mencapai kebahagiaan dan kebermanfaatan untuk orang lain.

Teringat obrolan dengan cimut sewaktu mengaji di mushola tadi, dulu sewaktu saya telling story' di panggung dengan boneka tangan (sewaktu Mts atau MA), yang memotivasi nya untuk belajar bahasa Inggris. Kenangan dan cerita apa yang kubawakan kala itu sudah lupa, tapi terkenang di ingatan orang lain, dan memotivasinya membuat saya merasa berharga.

Tentu ada masa ketika ingin seperti orang lain. Prestasi dalam beberapa indikator pencapaian kehidupan manusia yang belum tercapai. Menikah misalnya.

Menemukan seseorang yang tepat, seperti suatu misteri illahi. Allah tahu waktu terbaik untuk tiap rezeki, jodoh dan maut tiap insan. Bukan pasrah, tapi berfokus pada kesempatan memperbaiki diri, berkarya dan bermanfaat untuk orang lain. Sembari selalu berdoa, yang terbaik diantara yang baik-baik.

Minggu, 05 Mei 2019

Tips Mengobati Jerawat dengan Budget Minimal

Jerawat adalah salah satu tanda bahwa seseorang sudah memasuki tahapan usia remaja. Dulu, sewaktu masih bersekolah di tingkatan aliyah atau SMA, saya pernah mengalami masalah wajah berjerawat yang sangat mengganggu. Wajah yang dipenuhi jerawat membuat seseorang tidak pede dengan penampilannya.

Banyak upaya yang saya lakukan untuk mengobati jerawat membandel. Meski waktu sudah banyak berlalu, namun sepertinya postingan mengenai pengobatan jerawat ini layak dibagikan. Mengingat, beberapa teman masih menanyakan pengalaman pribadi saya dalam mengatasi jerawat.

Apalagi momen bulan ini adalah bulan ramadhan. Dulu, saya memanfaatkan momen Ramadhan untuk mengobati jerawat. How can? Karena saya jadi teratur membersihkan wajah, karena motivasinya supaya lebaran bisa tampil lebih kinclong
Tips saya sangat mudah dilakukan, bahkan untuk orang yang paling malas gerak sekalipun.

Oh iya, untuk waktu pemakaiannya saya gunakan setelah tadarus Al-Qur'an sekitar jam 23.00 sekaligus persiapan sebelum tidur.

Untuk harga barang sangat terjangkau, berkisar 6000-6500 per item. Sangat jauh lebih murah dari perawatan krim dokter dan tentunya ramah di kantong.

Cukup siapkan :



1. Viva pembersih (Viva milk cleanser) varian apa saja yang cocok dengan tipe kulit anda. Kalau saya pakai yang original supaya tidak terlalu perih di wajah.

Cara penggunaannya : Oleskan pada wajah secara merata, lalu massage atau pijat dengan lembut, hati-hati di sekitarnya area mata. Setelah itu, angkat menggunakan kapas. Kotoran-kotoran akan terangkat dan kelihatan di kapas.

2. Viva penyegar (Viva Face Tonic)
Saya cocok memakai Viva original, selain menimbulkan efek bersih, juga tidak terlalu kering di wajah.

Cara penggunaannya : tuangkan cairan face tonic ke atas kapas, lalu usapkan ke wajah. Niscaya, efek segar akan kalian dapatkan.

Lakukan setiap hari, setelah tadarus Al-Qur'an, sebelum tidur. Jika dilakukan dengan konsisten / istiqomah insyallah akan menampakkan hasilnya.

Sampai sekarang pun, saya masih melakukan rutinitas ini sebelum tidur. Yah, meskipun tidak rutin setiap hari.

Selain itu, jangan lupa sering-sering mengganti sarung bantal, karena bisa menjadi sarang bakteri. 

Sekian pengalaman pribadi saya dalam mengatasi jerawat yang membandel. Semoga bermanfaat. Happy reading...

Rabu, 13 Februari 2019

Perubahan

Kita pasti sering mendengar adanya perubahan, baik yang menuju arah positif maupun negatif. Yang positif tentu menyenangkan sanubari, tak hanya sendiri, juga untuk orang lain di sekitar yang menyayangi kita. Perubahan ke arah negatif, akan menjadi sorotan bahkan gunjingan. Semuanya menjadi realitas dalam kehidupan.

Hari ini misalnya. Ada kabar tentang promosi jabatan salah satu rekan guru yang menjadi kepala sekolah. Kabar baik, tak hanya bagi bersangkutan, tapi juga rekan sejawat turut berbahagia dan berbangga.

Beliau memang pribadi yang ulet, rajin, taat dalam beribadah dan sederet hal-hal positif lainnya. Mengagumkan. Patut dicontoh. Layak diapresiasi. Perubahan yang positif karena, dengan prestasi kerja, seseorang bisa melakukan mobilitas vertikal naik. Dari guru, dengan jabatan sebagai Wakasek kurikulum menjadi seorang kepala sekolah. Yang tentu memiliki tugas dan wewenang yang lebih besar dalam dunia pendidikan.

Perubahan di sekolah yang ditinggalkan tentu akan menyebabkan gejolak di awal. Akan ada perubahan dalam struktur organisasi sekolah, pergantian jadwal mengajar untuk mata pelajaran yang diajarkan oleh beliau dan sederet rencana yang biasa dihandle beliau membutuhkan penyesuaian-penyesuaian seperlunya. Namun saya yakin, dengan kerjasama, koordinasi dan komunikasi yang baik semua akan baik-baik saja. Bisa pula, menjadi lebih baik, karena sumber daya yang baru memiliki gagasan yang kreatif dan menunjang keberhasilan.

Semoga beliau di tempat yang baru juga menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana. Jabatan yang diemban tentu tidak seperti sebelumnya, ada hal-hal baru yang harus dihadapi. Semoga berkah untuk semuanya. Untuk beliau dan keluarga, yang memegang amanah. Juga berkah bagi kami yang akan ditinggalkan, karena akan belajar bagaimana ditinggalkan oleh seorang 'bapak' untuk bisa lebih mandiri.

Perubahan yang negatif, misalnya tentang kecenderungan penyimpangan sosial siswa dalam dunia pendidikan. Seperti yang dilakukan pelajar kelas XI  SMP Wringinanom Gresik. Siswa yang berperilaku buruk terhadap gurunya.

Sering kita dengar, adab lebih penting daripada ilmu. Seseorang yang beradab, akan bersikap tawadhu kepada orang yang menjadi lawan bicaranya, apalagi kepada orang yang lebih tua. Dalam hal ini adalah guru, yang mentransfer nilai dan ilmu kepada peserta didik. Kita harus menghormati setiap orang.

Tak apalah seorang siswa tak terlalu cemerlang dalam pelajaran, asal memiliki attitude yang baik. Anak diharapkan berperilaku sopan, karena hal itu mencerminkan kedalaman budi pekerti yang hendaknya selalu diasah dari hari ke hari.

Berita dari koran Jawa pos yang tadi saya baca, si anak sudah meminta maaf secara lisan kepada guru, dan dimaafkan. Tetapi si anak izin belum masuk sekolah. Meski ia mendapatkan sanksi dari sekolah, berupa kewajiban sholat dhuhur berjamaah selama sebulan di sekolah dan tidak telat lagi. Namun sepertinya rasa malu dan cemas dengan pandangan teman-teman membuat dia mengucilkan diri.

Semoga ia menyadari, meskipun perbuatan nya tercela, selalu ada pintu untuk memaafkan. Selalu ada jalan untuk orang yang ingin memperbaiki diri.

Semoga masalah ini cepat terselesaikan, demi cita-cita dan harapan generasi penerus yang lebih baik menyongsong Generasi Emas 2045.

Kelompok Sosial