Tampilkan postingan dengan label Review Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Novel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2015

Review Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah



Resensi Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah

Identitas buku
Judul               : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis             : Tere Liye
Tahun Terbit    : Desember 2014
Tebal Buku      : 513 halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Resensi
Buku ini berjenis novel yangmerupakan karya fiksi pengarang Tere Liye. Ide yang ditampilkan tentang kisah cinta diambil dari sudut pandang seorang pemuda(Borno) yang bergonta-ganti pekerjaan. Berijazahkan SMA, tidak membuat si pemuda malu dan gentar untuk bekerja apa saja. tiada rasa gengsi yang biasa dimiliki oleh anak muda sekarang ini. Kisah keseharian yang bisa menjadi teladan anak muda sekarang. Tere Liye memang biasa mengangkat hal yang biasa di keseharian, menjadi titik perhatian yang jarang dilihat oleh orang lain. Prolog Dirangkai dengan kisah cinta yang dibuat sedemikian misterius mengenai sosok yang diidamkan oleh sang pemuda.

Review Gadis Pantai




Judul               : Gadis Pantai
Pengarang       : Pramudya Ananta Toer
Halaman          : 272 halaman
Cetakan           : Cetakan 7, september 2011
Penerbit           : Lentera Dipantara

Karya Pram khas dengan nuansa masa perjuangan dan masa penjajahan. Novel Gadis Pantai yang sebenarnya adalah trilogi, hanya sekuel pertama yang bisa dinikmati oleh generasi sekarang dan generasi mendatang. Sejarah menghendaki buah pikir yang tercantum dalam sekuel kedua dan ketiga buku ini musnah dan tak bisa didapatkan. Kuasa dan tirani pada masa itu, telah demikian beringas dan ketakutan, buku menjadi salah satu doktrinasi buruk pada masyarakat hanya karena keanggotaan kehormatan yang diberikan LEKRA (sayap kesenian partai Komunis Indonesia pada masa itu). 

Seperti tetralogi buru yang menceritakan minke,seorang terpelajar jawa piawai menulis, dengan tulisannya ia melawan, meski sekuat apapun minke melawan, dia hanyalah butiran debu bagi pemerintah Hindia Belanda. Yang tetap kalah dan mengalami sad ending. Diakhir, menurut catatan Pangemanann dengan dua n, setelah minke keluar dari tahanannya, semua yang dia miliki telah musnah, dan ia meninggal dengan sedikit orang yang kenal. Dianggap orang jalanan yang tak punya sanak, keluarga, handai taulan dan kenalan. Padahal pada masa jayanya dengan penerbitan berkala koran, tak ada seorangpun di tanah Jawa yang tidak mengenalnya. Budaya literasi dipilih oleh minke untuk melawan. Saat pendidikan telah memberikan setitik cahaya terang untuk keluar dari penjajahan dan penindasan.

Jumat, 27 Juni 2014

Review The Invisible City

hari ini sudah bukan Juni tanggal 28 tahun 2014. setelah hari-hari penuh tugas usai, jadi bingung nih mau ngapain. rencana pulang baru hari minggu besok. untuk mengisi waktu aku pinjem buku novel di sekre LSP FKIIP. entah kenapa yang aku pilih The Joshua File : The Invisible City. sampulnya menurutku aneh dan tidak biasa. hehe .. kalau aneh, berarti tidak biasa ya... soalnya halaman pertama tu bolong di tengah, jadi kayak dikrikiti tikus, nah, itu yang bikin aku penasaran sama isinya..

buku ini kawan, pada huruf J nya itu bolong....

Kelompok Sosial