Tampilkan postingan dengan label Fenomena Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2015

Harga Cinta Tanah Beta



Harga Cinta Tanah Beta
Oleh : Nuryanti

Berbicara mengenai Pramudya Ananta Toer memang akan membuat sebuah diskursus yang seru. Mengingat dia adalah orang yang menjadi legenda bagi angkatan sezamannya. Dia adalah orang yang berbeda, dengan pengalaman yang berbeda dan garis hidup yang berbeda dengan pengarang-pengarang lain. Bandingkan dengan pengarang yang diizini pemerintah, Buya Hamka, Sutan Takdir Alisyahbana, Achdiat K Miharja, dan kawan kawan. tentu akan sangat berbeda sekali.

Jika kita menengok catatan Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, catatan-catatan yang dibuat Pram di dalam pembuangannya di pulau Buru. Dia menjadi salah satu pembaharu di pulau yang tiada mengenal kehidupan. Ia dan kawan-kawan menjadi tahanan politik yang mengemban amanah membuka satu pulau diantara tiga belas ribuan pulau di Indonesia menuju tahap yang lebih modern. Mengemban amanah membuka pulau, Ya, begitulah bahasa halusnya. Sedangkan bahasa kasarnya menjadi sapi perahan pemerintah, diperah tenaganya untuk menghidupi diri dan komandan dengan cara yang tidak efisien.

Mahasiswa Bidik Misi, Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Minat Berprestasi dan Organisasi




Mahasiswa Bidik Misi, Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Minat Berprestasi dan Organisasi
Oleh : Nuryanti
            Beasiswa Bidik misi adalah beasiswa unggulan dari pemerintah Indonesia. Dana APBN banyak dialokasikan untuk membiayai beasiswa ini. Dari tahun ke tahun jumlah penerima Beasiswa Bidik misi semakin bertambah. Beasiswa ini sejatinya dianggarkan untuk membiayai pelajar yang pintar dan mengalami kesulitan ekonomi akibat kemiskinan. Diharapkan melalui ilmu pengetahuan di perguruan tinggi bisa meningkatkan kualitas manusia Indonesia menyambut Indonesia Emas 2045 nanti. 

            Namun, banyak pihak yang menyayangkan karena beasiswa ini terkadang kurang tepat sasaran. Kurang tepat sasaran dalam artian banyak penerima yang mampu secara ekonomi tapi masih saja mendaftar beasiswa bidik misi. Belum lagi dengan perilaku hedonisme dan pola hidup hura-hura yang ditampilkan mahasiswa penerima beasiswa. Misalnya saat bidik misi turun, mereka malah beli gadget terbaru atau shopping mode pakaian terbaru. Tentu hal ini menimbulkan banyak kecemburuan di kalangan mahasiswa pada umumnya. Mahasiswa bidik misi menerima banyak keistimewaan, tidak bayar biaya studi dapat biaya hidup pula.

SOCIAL MEDIA MISCOMMUNICATION PROBLEM AS ORGANIZATION MANAGEMENT CHALLENGES



JURNAL

PROBLEM MISKOMUNIKASI SOSIAL MEDIA SEBAGAI TANTANGAN MANAJEMEN ORGANISASI


Guna Memenuhi Persyaratan Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Jogjakarta















Nama                                     : NURYANTI
Asal                                         : HMI Cabang Surakarta
No. Telepon                          : 0857 9095 4045

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG SURAKARTA
2015

PAPER MATERI SUICIDE EMILE DURKHEIM MATA KULIAH SOSIOLOGI KEPENDUDUKAN



PAPER MATERI SUICIDE EMILE DURKHEIM
MATA KULIAH SOSIOLOGI KEPENDUDUKAN






OLEH :
NURYANTI             K8413057







PENDIDIKAN SOSIOLOGI- ANTROPOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

Pengemasan Ruang dalam Menonton Televisi Buku Di Depan Kotak Ajaib



Resume Subbab Arena Konsumsi
Pengemasan Ruang dalam Menonton Televisi Buku Di Depan Kotak Ajaib
Tugas Pengganti UK Mata Kuliah Antropologi Budaya


Disusun Oleh  :
Nuryanti                      K8413057


PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

Identitas Buku :
Judul Buku      : Di Depan Kotak Ajaib
Penulis             : Kris Budiman
Sub bab           : Arena Konsumsi Pengemasan Ruang dalam  Menonton Televisi (hal 35- 55)

Kelompok Sosial