Senin, 13 Oktober 2014

kesemsem Jurgen Habermas



Hari senin.  hari Senin kegiatan perkuliahan dimulai. Hari efektif tidak hanya untuk mahasiswa, tapi juga untuk pegawai instansi dan juga anak sekolah. 

Biasanya banyak orang yang membenci hari senin. Karena apa? Karena hari Senin adalah hari dimana rutinitas akan dimulai. Bagiku, hari Senin adalah hari yang memusingkan kepala. Hari untuk mengerjakan tugas dubbing untuk mata kuliah teori sosiologi kritis dan postmodern. Tugasnya adalah membaca bab 2 teori Kritis Jurgen Habermas karangan Thomas Mc Carthy. Lalu diskusi kelompok, diskusinya direkam lalu ditranskrip. Buku terjemahan itu sukses membuatku pusing dan agak migrain selama sekitar 6 hari ini. Sejak hari Jum’at kemarin dibagikan, mulai kubaca tiap lembarnya. Hingga sekarang pun belum khatam kumemahami isinya.


Selasa, 07 Oktober 2014

why you are so tall?

ini penjelasan kenapa orang Jerman tinggi-tinggi. ini dari native speaker nya...

me : why u r so tall leo? i wanna be taller, can you share the tips and trick?

Senin, 06 Oktober 2014

Hi, This is Timmi



Hi... today i wanna tell about Timmi.  On 26 of september i and my friends uun, vikri and imel met friends from Austria on Ruang Sidang I Rektorat... iyyyew.. mr. Nurhadi asked us to help them in the researcj about resetlement. On Friday, is our first meeting. I feel so afraid actually, my english is not too good. We get 5 minutes to know one indonesian student with one ausria’s student. So at first i talk with stevan. He is from germany. We talk about mr. Nurhadi who teach them Bahasa in Austria, and i dont believe him.. actually i dont know what he said, i just knew little.

Then, we go to pusdiklat UNS. On second floor, we discuss about the research. I not sat down with Stevan again. I sat down near mbak Bella and Timmi. That’s our first met i think. At that time, i make a PKM, such as proposal, and i leave it in rectorat. And 4 p.m the office will close. I text mbak Inayah, someone of my team to take it, but she no reply at all. Tim, saw at me and he laugh when i text her. I think he never seen someone text by handphone as fast as me. 



Kamis, 02 Oktober 2014

di Lawang Sewu



Yah... aku disini. Di lawang sewu, semarang. Aku disini tak lain karena ikut rangkaian kegiatan Rakerwil IMAKIPSI. Field trip.  Jika yang lain semangat dan tetap semangat untuk mengikuti rangkaian field trip ini, aku sudah mulai lelah. Lelah fisik, lelah pikiran. Fisikku sudah capek dengan kegiatan jalan-jalan yang menurutku hanya memuaskan hasrat mencapai kesenangan. Tanpa ada makna yang bisa diambil.Dan aku lihat banyak yang menikmati kunjungan ini. 


diskusi malam jum'at



(2/10)Hari ini aku ikut diskusi dengan salah satu organisasi pergerakan. Sebut saja merk nya. PMII.  Walaupun aku disitu tidak membawa baju organisasi apapun, aku ikut nebeng mbak kos yang anak PMII. Itung-itung pengalaman.

Diskusi kali ini membahas topik hangat dan terbaru. Membahas tentang pengesahan UU Pilkada yang sudah di dok palu oleh DPR pada tanggal 26 September kemarin. Inti yang dipermasalahkan oleh siapa saja adalah, pengubahan aturan pemilihan langsung menjadi pemilihan tidak langsung untuk setingkat kabupaten, kota dan provinsi. Hal ini tentu saja mengundang polemik dan pro kontra.


Selasa, 01 Juli 2014

2 Juli 2014

hari ini aku pulang. pulang menuju rumah, mengunjungi bapak dan ibu, tentu juga mas nur, teman-teman MA. Fatwa Alim, teman-teman MtsN Tulung, mengunjungi sanak keluarga dan juga bapak ibu guru. sejenak aku melupakan aktivitas kampus, melanglang buana, ke Kabupaten Jember, yang jauhnya 10 jam perjalanan naik kereta api dari stasiun Purwosari, Solo. aku dari Solo, ke Jember, dan sekarang tiba masanya untukku, pulang.

saat aku matur ke mbak nina untuk pulang ke madiun. aku dibelikan tiket kereta api. dan saat tiba masa-masa perpisahan itu, tepatnya saat sholat Shubuh tadi, aku menangis. ya.. menangis. tangisan kehilangan. betapa Allah sangat menyayangi aku. bisa dan sempat bersilaturahim ke Jember ini.
stasiun rambipuji dikala pagi

Masih Disini

aku masih disini. di kabupaten Jember. hehe.. entah kenapa aku sangat menyukai kota ini, mungkin, karena keramahan keluarga mbak Ninna dan Pak Sholeh. namun aku ingin pulang. besok, tanggal 2 Juli 2014. mereka berniat membelikan aku tiket kereta. dan, aku menurut saja. aku ada disini, di rumah mereka. dengan ada tv untuk ditonton, ada banyak buku yang bisa dibaca, dengan banyak makanan di kulkas (tapi aku tidak tertarik sebab masih siang, dan aku puasa, juga ada juga kasur jika aku ingin tidur siang.

aku ditinggalkan di rumah ini sendiri. menggerutu sih tidak. malah, dengan keadaan begini aku bisa menginsyafi diri. aku bisa memikirkan, betapa mereka adalah dua orang yang beruntung. sekarang mbak Ninna sedang hamil, dan mereka sedang berbahagia menunggu kelahiran putra mereka. aku pun ikut senang, semoga keberkahan Allah senantiasa menaungi mereka dan semua orang yang ku sayang. aamiin.

Kelompok Sosial