Kamis, 06 Agustus 2020

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU

Halo... kali ini kita akan membahas apa itu Sosiologi. Sebagai siswa yang baru saja menginjak bangku SMA kalian pasti bertanya-tanya, apaan sih mata pelajaran Sosiologi itu. Sebenarnya, Sosiologi sedikit banyak sudah kalian pelajari di bangsu SMP, yang terangkum dalam pelajaran IPS. Karena jenjang pendidikan kalian semakin tinggi, kelompok mata pelajaran IPS pun juga terpecah kedalam beberapa bidang studi seperti sejarah yang membahas aneka peristiwa di masa lalu, geografi yang membahas aneka gejala alam, ekonomi yang membahas tentang money, money, money dan Sosiologi. 



Gampangnya Sosiologi adalah tentang kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Mulai dari sosialisasi sebagai anggota masyarakat, nilai dan norma yang harus ditaati supaya selaras dengan masyarakat, konflik, penyimpangan, hingga metode penelitian. Banyak istilah-istilah baru yang akan kalian pelajari. Tidak perlu dihafal, cukup sering-sering membaca dan menggunakan nalar, niscaya kalian akan bisa belajar dengan menyenangkan.

intronya cukup sekian, yuk masuk ke ringkasan materi. jangan terpaku hanya dari isi modul saja ya, kalian bisa belajar Sosiologi dari banyak sumber. 

A. Ilmu Sosiologi

Istilah sosiologi merupakan hasil serapan dari kata bahasa inggris yaitu sociology. Apabila dirunut dari akar bahasa, sociology berasal dari kata socius dan logos. Socius berasal dari bahasa latin yang berarti teman, sedangkan logos berasal dari bahasa Yunani berarti perkataan, pembicaraan atau ilmu. Dengan demikian, secara harfiah sociology atau sosiologi diartikan sebagai ilmu yang memperbincangkan pergaulan hidup manusia.

Masyarakat merupakan objek sosiologi. Akar kata masyarakat diambil dari bahasa arab musyarak yang berarti 'bersama-sama'. Karena itu sosiologi terfokus pada hubungan atau relasi antarmanusia dan mempelajari proses atau dinamika yang terjadi dalam hubungan tersebut.

B. Ciri-ciri Sosiologi

1. Empiris berarti sosiologi didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif.

2. Teoritis, berarti sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.

3. Kumulatif, berarti teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperhalus dan memperluas teori-teori lama.

4. Nonetis, berarti sosiologi tidak memberikan pandangan baik atau buruk terhadap fakta tertentu, tetapi menjelaskan fakta tersebut secara ilmiah dan mendalam.

C.Hakikat Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Sebagai Ilmu Pengetahuan, Sosiologi memiliki sejumlah sifat yang menjadi hakikatnya, antara lain: ❖ Sosiologi merupakan bagian dari Ilmu Social atau Social Studies , bukan Ilmu Alam apalagi Ilmu kerohanian
❖ Sebagai ilmu, Sosiologi bersifat kategoris, bukan normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi dirinya dalam kerangka realita yang terjadi di dalam masyarakat bukan apa yang seharusnya terjadi.
❖ Sosiologi bukan ilmu terapan melainkan ilmu pengetahuan yang murni (Pure Science). ❖ Sosiologi adalah ilmu pengetahuan abstrak bukan konkret karena yang menjadi objek kajian adalah bentuk atau pola prilaku dan peristiwa dalam masyarakat. ❖ Sosiologi pada hakekatnya adalah ilmu pengetahuan yang empiris rasional jika dilihat dari metode yang dipergunakan. ❖ Sosiologi bukan ilmu khusus melainkan ilmu yang sifatnya umum karena ia mempelajari gejala umum dari interaksi antara manusia. ❖ Sosiologi sebagai ilmu memiliki tujuan untuk mendapatkan pola pola yang sifatnya umum dengan meneliti dan mencari prinsip atau hukum umum yang mendasari interaksi manusia. Sumber : Sosiologi Kelas X Penerbit Intan Pariwara





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelompok Sosial